Minggu, 10 Juni 2012

Pengertian dari Konseling Mikro dan Konseling Makro dalam Wawancara
Menurut beberapa ahli, wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data. Komunikasi tersebut dilakukan dengan dialog (tanya jawab) secara lisan, baik langsung maupun tidak langsung (I. Djumhur dan Muh.Surya, 1981:50), sedangkan menurut Dewa Ketut Sukardi (2000:159) wawancara adalah suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan tanya jawab antar interviewer (penanya) dengan interviewee (responden), atau dengan kata lain dalam wawancara terdapat unsur-unsur sebagai berikut:

a.   Pertemuan tatap muka (face to face)
b.   Cara yang dipergunakan dalam wawancara adalah cara lisan
c.   Pertemuan tatap muka itu mempunyai tujuan tertentu
Berdasarkan pengertian di atas, pengertian wawancara secara umum mengandung beberapa aspek atau unsur-unsur antara lain:
a.   Proses tanya jawab (percakapan)
b.   Melibatkan dua pihak (interviewer dan interviewee)
c.   Komunikasi verbal dan non verbal
d.   Informasi
Jadi dapat disimpulkan bahwa wawancara merupakan proses tanya jawab (percakapan) antara interviewer dan interviewee untuk mendapatkan suatu informasi yang dilakukan melalui komunikasi verbal dan didukung oleh komunikasi non verbal, yang mempunyai tujuan antara lain:
a.   Pengumpulan data
b.   Penyampaian informasi
c.   Penempatan
Sedangkan wawancara dalam konseling  merupakan bagian dari proses konseling dan berperan penting untuk keberhasilan atau sebaliknya kegagalan pada konseling pada konseling itu sendiri. Melakukan wawancara membutuhkan ketrampilan tersendiri dan tentunya pengalaman- pengalaman praktis di samping juga  menyenangi profesinya. Menurut lvey, et al (1987) menguraikan bahwa wawancara dapat dirumuskan sebagai metode pengumpulan data dan menjadi ciri dalam pengumpulan keterangan di lembaga-lembaga yang berhubungan  dengan kesejahteraan,ketenaga kerjaan,penempatan dan konseling mengenai karier. Menurut lvey, et al di atas ada lima tahapan struktur wawancara sebagai berikut :
1. Rapport
Ditandai dengan ucapan berbasa basi seperti : Apa kabar? Tahapan ini diikuti dengan rencana yang akan dilakukan terhadap  dan dengan klien, serta membawa klien merasa enak menghadapi pewawancara.
2. Pengumpulan Data
Tahap untuk merumuskan masalah dan mengidentifikasikan hal-hal yang bisa dilakukan dan diberikan kepada klien. Mengetahui mengapa klien sampai datang  untuk wawancara dan bagaimana klien menilai atau memandang masalahnya.
3. Menentukan Hasil Sesuai dengan Arah Kemana Klien Inginkan
Mengetahui apa yang dikehendaki klien dan bagaimana kelak kalau persoalan sudah diatasi. Tahap yang penting bagi pewawancara untuk mengetahui apa yang dikhendaki klien dan yang senada atau tidak bertentangan dengan apa yang secara rasional dipikirkan oleh pewawancara.
4. Mengemukakan Macam-macam Alternatif Penyelesaian Masalah
Diarahkan pada apa yang klien tentukan setelah menentukan dari macam-macam alternatif. Sering kali melibatkan penelaahan yang panjang mengenai dinamika-dinamika pribadinya dan merupakan tahapan yang berlangsug paling lama.
5. Generalisasi dan Pengalihan Proses Belajar
Untuk memungkinkan klien mengubah cara berpikirnya, proses belajarnya, perasaannya dan prilakunya dalam kehidupan sehar-hari. Wawancara ini jelas sudah berfungsi sebagai proses konseling itu sendiri.
Sedangkan konseling mikro adalah proses wawancara konseling dimana konselor menggunakan teknik-teknik dasar atau ketrampilan dasar dalam melakukan wawancara yang dilakukan oleh konselor seperti attending, paraphrasing, dan reflecting dalam proses konseling.
Dan makro konseling adalah proses wawancara konseling yang menggabungkan proses mikro yang berupa penerapan teknik dasar atau ketrampilan dasar serta teknik khusus konseling yang menjadi warna dan cirri khas dari sebuah pendekatan atau model konseling sehingga nampak warna sebuah pndekatan atau model tertentu dalam proses konseling.
2. Efektivitas Konselor dalam Wawancara Konseling
Proses konseling yang mendalam dan efektif akan membantu klien untuk berkembang secara optimal. Sebaliknya jika proses konseling berjalan tidak efektif dan kurang mendalam, maka sudah dapat dipastikan akan gagal mencapai tujuan dan bahkan dapat merusak klien.
Konselor juga mempunyai kemampuan untuk melihat bagaimana keadaan klien saat ini, dan dapat memilih intervensi yang sesuai strategi dan teknik. Untuk menunjang kemampuan dan ketrampilan konselor perlu kepribadian yang empati.
Empati merupakan kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan klien, merasa dan berpikir bersama klien dan bukan untuk atau tentang klien. Empati dilakukan bersamaan dengan attending, karena tanpa perilaku attending tidak akan ada empati. Empati amat dekat dengan dimensi-dimensi konselor lainnya, seperti :
  1. Positive Regard (menghargai dengan positif)
Upaya untuk membantu klien agar dapat berubah, seorang klien harus percaya bahwa klien itu dapat berubah. Agar klien berubah, seorang konselor harus memilih sikap positive regard yaitu perhatian terseleksi terhadap aspek-aspek positif dari pada ucapan dan perilaku klien.
  1. Respect dan Warmth (hormat dan hangat)
Konselor yang efektif selalu bisa hangat, senang, dan respek terhadap orang lain atau klien. Adapun beberapa cara positif untuk mengkomunikasikan rasa hormat yaitu:
  1. Dengan cara memperkaya (enhancing)
  2. Dengan menghargai walaupun beda pendapat (apresiasi)
  1. Warmth (rasa hangat)
Pada prinsipnya warmth berhubungan erat dengan empati. Warmth (rasa hangat) dapat didefinisikan sebagai suatu sikap emosional terhadap klien, yang dinyatakan dengan cara nonverbal dan didukung dengan verbal.
  1. Concreteness (kekonkritan-bersikap konkrit)
Dalam hubungan konseling, sering klien datang dengan keluhan yang samar-samar (tidak jelas), dan kadang-kadang bermakna ganda. Tugas konselor yang efektif adalah memperjelas dan memahami ide-ide dan masalah yang samar-samar yang dikemukakan klien dengan cara mengetahui secara konkrit atau spesifik apa yang telah terjadi dan yang terjadi dalam kehidupan keseharian klien.
  1. Konfrontasi
Konfrontasi didalam proses konseling didefinisikan yaitu: memumjukkan adanya perbedaan-perbedaan antara sikap-sikap, pemikiran-pemikiran, atau perilaku-perilaku. Dalam teknik konfrontasi klien dihadapkan langsung dengan fakta, dimana klien mungkin mengatakan lain dari pada yang dia maksud.
  1. Genuineness, Congruence, Authenticity (keaslian, jujur, otentik)
Dalam hubungan konseling, seorang konselor harus tampil asli, jujur, dan  juga pribadi yang terintegrasi. Dia juga bisa tampil bebas dan mendalam, dan sadar atas dirinya sendiri.
3. PROSES WAWANCARA KONSELING
1. Pembukaan
Diletakan dasar bagi pengembangan hubungan antar pribadi (walking relationship) yang baik,yang memungkinkan pembicaraan terbuka dan terarah dalam wawancara konseling.
Hal- hal yang dilakukan konselor:
a.   Membangun hubungan pribadi antara konselor dan konseli
b.   Menyambut kedatangan konseli dengan sikap ramah.
c.   Mengajak berbasa – basi sebentar.
d.   Menjelaskan kekhususan dari wawancara konseling.
e.   Mempersilahkan konseli untuk mengemukakan hal yang ingin dibicarakan.
2. Penjelasan masalah
Konseling mengemukakan pikiran dan perassaan yang berkaitan dengan hal yang ingin dibicarakan.
Hal yang perlu dilakukan konselor:
a.   Menerima ungkapan konseli apa adanya serta mendengarkan dengan penuh perhatian.
b.   Menentukan jenis masalah dan pendekatan konseling yang sebaiknya diambil.
3. Penggalian Latar Belakang Masalah
Karena dalam proses kedua, konseling belum menyajikan gambaran lengkap mengenai kedudukan massalah, diperlukan penjelasan, ungkapan, pikiran, perasaan yang lebih mendetail dan mendalam supaya kedudukan masalah menjadi lebih jelas. Hal yang perlu dilakukan konselor adalah menganalisis kasus sesuai dengan pendekatan konseling yang disiplin.
4. Menyelesaikan Masalah
Dalam fase analisis kasus di atas, konselor dan konseli membahas bagaimana mengatasi masalah. Konseli ikut berpikir, memandang dan mempertimbangkan. Hal yang perlu dilakukan konselor adalah berusaha agar dalam diri konseli terdapat p[erubahan dalam sikap dan pandangan, juga merencanakan tindakan konkret untuk dilaksanakan sesudah proses konseling selesai.
5. Penutup
Bilamana konseli telah merasa mantap tentang penyelesaian masalah yang ditemukan bersama dengan konselor, maka proses konseling berakhir.
Biasanya konselor mengambil inisiatif dalam memulai proses penutup ini yaitu
a.   Memberikan ringkasan jalannya pembicaraan
b.   Menegaskan kembali ketentuan atau putusan yang diambil
c.   Memberikan semangat
d.   Menawarkan bantuan jika kelak timbul persoalan baru
e.   Berpisah dengan konseli.
 Daftar Pustaka:
Djumhur, I dan Moh. Surya. 1981. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. Bandung: CV Ilmu.
Gunarso, Singgih D, 1992. Konseling dan Psikoterapi, PT BPK Gunung Muria : Jakarta.
Prayitno dan Erman Amti. 2004. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta:Rineka Cipta.
Sukardi, Dewa Ketut. 2002. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
Walgito, Bimo. 1989. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. Yogyakarta: Andi Offset.
Winkel, W.S. 1991. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: PT Grasindo.
Willis, Sofyan, 2010. Konseling Individual Teori dan Praktek. Bandung : Alfabeta.
http://animenekoi.blogspot.com/2011/06/wawancara-konseling.htmld
Pengertian dari Konseling Mikro dan Konseling Makro dalam Wawancara
Menurut beberapa ahli, wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data. Komunikasi tersebut dilakukan dengan dialog (tanya jawab) secara lisan, baik langsung maupun tidak langsung (I. Djumhur dan Muh.Surya, 1981:50), sedangkan menurut Dewa Ketut Sukardi (2000:159) wawancara adalah suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan tanya jawab antar interviewer (penanya) dengan interviewee (responden), atau dengan kata lain dalam wawancara terdapat unsur-unsur sebagai berikut:

a.   Pertemuan tatap muka (face to face)
b.   Cara yang dipergunakan dalam wawancara adalah cara lisan
c.   Pertemuan tatap muka itu mempunyai tujuan tertentu
Berdasarkan pengertian di atas, pengertian wawancara secara umum mengandung beberapa aspek atau unsur-unsur antara lain:
a.   Proses tanya jawab (percakapan)
b.   Melibatkan dua pihak (interviewer dan interviewee)
c.   Komunikasi verbal dan non verbal
d.   Informasi
Jadi dapat disimpulkan bahwa wawancara merupakan proses tanya jawab (percakapan) antara interviewer dan interviewee untuk mendapatkan suatu informasi yang dilakukan melalui komunikasi verbal dan didukung oleh komunikasi non verbal, yang mempunyai tujuan antara lain:
a.   Pengumpulan data
b.   Penyampaian informasi
c.   Penempatan
Sedangkan wawancara dalam konseling  merupakan bagian dari proses konseling dan berperan penting untuk keberhasilan atau sebaliknya kegagalan pada konseling pada konseling itu sendiri. Melakukan wawancara membutuhkan ketrampilan tersendiri dan tentunya pengalaman- pengalaman praktis di samping juga  menyenangi profesinya. Menurut lvey, et al (1987) menguraikan bahwa wawancara dapat dirumuskan sebagai metode pengumpulan data dan menjadi ciri dalam pengumpulan keterangan di lembaga-lembaga yang berhubungan  dengan kesejahteraan,ketenaga kerjaan,penempatan dan konseling mengenai karier. Menurut lvey, et al di atas ada lima tahapan struktur wawancara sebagai berikut :
1. Rapport
Ditandai dengan ucapan berbasa basi seperti : Apa kabar? Tahapan ini diikuti dengan rencana yang akan dilakukan terhadap  dan dengan klien, serta membawa klien merasa enak menghadapi pewawancara.
2. Pengumpulan Data
Tahap untuk merumuskan masalah dan mengidentifikasikan hal-hal yang bisa dilakukan dan diberikan kepada klien. Mengetahui mengapa klien sampai datang  untuk wawancara dan bagaimana klien menilai atau memandang masalahnya.
3. Menentukan Hasil Sesuai dengan Arah Kemana Klien Inginkan
Mengetahui apa yang dikehendaki klien dan bagaimana kelak kalau persoalan sudah diatasi. Tahap yang penting bagi pewawancara untuk mengetahui apa yang dikhendaki klien dan yang senada atau tidak bertentangan dengan apa yang secara rasional dipikirkan oleh pewawancara.
4. Mengemukakan Macam-macam Alternatif Penyelesaian Masalah
Diarahkan pada apa yang klien tentukan setelah menentukan dari macam-macam alternatif. Sering kali melibatkan penelaahan yang panjang mengenai dinamika-dinamika pribadinya dan merupakan tahapan yang berlangsug paling lama.
5. Generalisasi dan Pengalihan Proses Belajar
Untuk memungkinkan klien mengubah cara berpikirnya, proses belajarnya, perasaannya dan prilakunya dalam kehidupan sehar-hari. Wawancara ini jelas sudah berfungsi sebagai proses konseling itu sendiri.
Sedangkan konseling mikro adalah proses wawancara konseling dimana konselor menggunakan teknik-teknik dasar atau ketrampilan dasar dalam melakukan wawancara yang dilakukan oleh konselor seperti attending, paraphrasing, dan reflecting dalam proses konseling.
Dan makro konseling adalah proses wawancara konseling yang menggabungkan proses mikro yang berupa penerapan teknik dasar atau ketrampilan dasar serta teknik khusus konseling yang menjadi warna dan cirri khas dari sebuah pendekatan atau model konseling sehingga nampak warna sebuah pndekatan atau model tertentu dalam proses konseling.
2. Efektivitas Konselor dalam Wawancara Konseling
Proses konseling yang mendalam dan efektif akan membantu klien untuk berkembang secara optimal. Sebaliknya jika proses konseling berjalan tidak efektif dan kurang mendalam, maka sudah dapat dipastikan akan gagal mencapai tujuan dan bahkan dapat merusak klien.
Konselor juga mempunyai kemampuan untuk melihat bagaimana keadaan klien saat ini, dan dapat memilih intervensi yang sesuai strategi dan teknik. Untuk menunjang kemampuan dan ketrampilan konselor perlu kepribadian yang empati.
Empati merupakan kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan klien, merasa dan berpikir bersama klien dan bukan untuk atau tentang klien. Empati dilakukan bersamaan dengan attending, karena tanpa perilaku attending tidak akan ada empati. Empati amat dekat dengan dimensi-dimensi konselor lainnya, seperti :
  1. Positive Regard (menghargai dengan positif)
Upaya untuk membantu klien agar dapat berubah, seorang klien harus percaya bahwa klien itu dapat berubah. Agar klien berubah, seorang konselor harus memilih sikap positive regard yaitu perhatian terseleksi terhadap aspek-aspek positif dari pada ucapan dan perilaku klien.
  1. Respect dan Warmth (hormat dan hangat)
Konselor yang efektif selalu bisa hangat, senang, dan respek terhadap orang lain atau klien. Adapun beberapa cara positif untuk mengkomunikasikan rasa hormat yaitu:
  1. Dengan cara memperkaya (enhancing)
  2. Dengan menghargai walaupun beda pendapat (apresiasi)
  1. Warmth (rasa hangat)
Pada prinsipnya warmth berhubungan erat dengan empati. Warmth (rasa hangat) dapat didefinisikan sebagai suatu sikap emosional terhadap klien, yang dinyatakan dengan cara nonverbal dan didukung dengan verbal.
  1. Concreteness (kekonkritan-bersikap konkrit)
Dalam hubungan konseling, sering klien datang dengan keluhan yang samar-samar (tidak jelas), dan kadang-kadang bermakna ganda. Tugas konselor yang efektif adalah memperjelas dan memahami ide-ide dan masalah yang samar-samar yang dikemukakan klien dengan cara mengetahui secara konkrit atau spesifik apa yang telah terjadi dan yang terjadi dalam kehidupan keseharian klien.
  1. Konfrontasi
Konfrontasi didalam proses konseling didefinisikan yaitu: memumjukkan adanya perbedaan-perbedaan antara sikap-sikap, pemikiran-pemikiran, atau perilaku-perilaku. Dalam teknik konfrontasi klien dihadapkan langsung dengan fakta, dimana klien mungkin mengatakan lain dari pada yang dia maksud.
  1. Genuineness, Congruence, Authenticity (keaslian, jujur, otentik)
Dalam hubungan konseling, seorang konselor harus tampil asli, jujur, dan  juga pribadi yang terintegrasi. Dia juga bisa tampil bebas dan mendalam, dan sadar atas dirinya sendiri.
3. PROSES WAWANCARA KONSELING
1. Pembukaan
Diletakan dasar bagi pengembangan hubungan antar pribadi (walking relationship) yang baik,yang memungkinkan pembicaraan terbuka dan terarah dalam wawancara konseling.
Hal- hal yang dilakukan konselor:
a.   Membangun hubungan pribadi antara konselor dan konseli
b.   Menyambut kedatangan konseli dengan sikap ramah.
c.   Mengajak berbasa – basi sebentar.
d.   Menjelaskan kekhususan dari wawancara konseling.
e.   Mempersilahkan konseli untuk mengemukakan hal yang ingin dibicarakan.
2. Penjelasan masalah
Konseling mengemukakan pikiran dan perassaan yang berkaitan dengan hal yang ingin dibicarakan.
Hal yang perlu dilakukan konselor:
a.   Menerima ungkapan konseli apa adanya serta mendengarkan dengan penuh perhatian.
b.   Menentukan jenis masalah dan pendekatan konseling yang sebaiknya diambil.
3. Penggalian Latar Belakang Masalah
Karena dalam proses kedua, konseling belum menyajikan gambaran lengkap mengenai kedudukan massalah, diperlukan penjelasan, ungkapan, pikiran, perasaan yang lebih mendetail dan mendalam supaya kedudukan masalah menjadi lebih jelas. Hal yang perlu dilakukan konselor adalah menganalisis kasus sesuai dengan pendekatan konseling yang disiplin.
4. Menyelesaikan Masalah
Dalam fase analisis kasus di atas, konselor dan konseli membahas bagaimana mengatasi masalah. Konseli ikut berpikir, memandang dan mempertimbangkan. Hal yang perlu dilakukan konselor adalah berusaha agar dalam diri konseli terdapat p[erubahan dalam sikap dan pandangan, juga merencanakan tindakan konkret untuk dilaksanakan sesudah proses konseling selesai.
5. Penutup
Bilamana konseli telah merasa mantap tentang penyelesaian masalah yang ditemukan bersama dengan konselor, maka proses konseling berakhir.
Biasanya konselor mengambil inisiatif dalam memulai proses penutup ini yaitu
a.   Memberikan ringkasan jalannya pembicaraan
b.   Menegaskan kembali ketentuan atau putusan yang diambil
c.   Memberikan semangat
d.   Menawarkan bantuan jika kelak timbul persoalan baru
e.   Berpisah dengan konseli.
 Daftar Pustaka:
Djumhur, I dan Moh. Surya. 1981. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. Bandung: CV Ilmu.
Gunarso, Singgih D, 1992. Konseling dan Psikoterapi, PT BPK Gunung Muria : Jakarta.
Prayitno dan Erman Amti. 2004. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta:Rineka Cipta.
Sukardi, Dewa Ketut. 2002. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
Walgito, Bimo. 1989. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. Yogyakarta: Andi Offset.
Winkel, W.S. 1991. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: PT Grasindo.
Willis, Sofyan, 2010. Konseling Individual Teori dan Praktek. Bandung : Alfabeta.
http://animenekoi.blogspot.com/2011/06/wawancara-konseling.htmld

wawancara

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
PRODI BIMBINGAN DAN KONSELING
Oktober 2009
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam pengertian jurnalistik, wawancara adalah suatu percakapan terpimpin dan tercatat atau suatu percakapan secara tatap mula dimana seseorang mendapat informasi dari orang lain (Denzig). Pengertian lain wawancara adalah merupakan suatu hubungan antar manusia dimana kedua pihak bersikap sama derajat selama pertemuan-pertemuan berlangsung. (Benny dan Hughes). Apabila dihubungkan dengan referensi maka menurut Broadly, wawancara referensi atau a reference interview adalah percakapan antara petugas perpustakaan/pustakawan referensi dan pengguna perpustakaan dengan tujuan menjelaskan dan membantu kebutuhan pengguna dalam menemukan kebutuhan-kebutuhan tersebut. Jadi pada prinsipnya layanan referensi sebisa mungkin dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para pengguna perpustakaan. Dalam hal ini menjawab dengan cepat dan tepat sehingga penanya menjadi puas, setelah berusaha mencari dan menemukan sumber informasi yang tersedia. Sehingga, kelompok kami akan mencoba untuk membahas tentang wawancara secara menyeluruh.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian dan tujuan dari wawancara?
2. Apa saja macam-macam wawancara itu?
3. Apa saja teknik-teknik wawancara?
4. Apa saja kelebihan dan kekurangan dalam wawancara itu?
5. Apa saja prinsip-prinsip dari wawancara itu?
6. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan dalam wawancara itu?
C. TUJUAN
1. Untuk mengenal dan mengetahui apa pengertian dan tujuan dari wawancara itu
2. Untuk mengenal dan mengetahui macam-macam wawancara
3. Untuk mengenal dan mengetahui teknik-teknik wawancara
4. Untuk mengenal dan mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam wawancara
5. Untuk mengenal dan mengetahui prinsip-prinsip dalam wawancara
6. Untuk mengenal dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan dalam wawancara
BAB II
PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN WAWANCARA
Wawancara merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara yang mewawancarai dan yang diwawancarai. Wawancara yang dalam istilah lain dikenal dengan interview merupakan suatu metode pengumpulan berita, data, atau fakta di lapangan. Prosesnya bisa dilakukan dengan bertatap muka langsung (face to face) dengan narasumber maupun secara tidak langsung seperti melalui telepon, internet atau surat (wawancara tertulis). Tujuan utama wawancara yaitu memperoleh informasi yang lebih mendetail mengenai pribadi interviewee maupun hal yang diketahuinya.
2. MACAM-MACAM WAWANCARA
A. Wawancara Pengumpulan Data
Merupakan tanya jawab yang dilakukan antara pewawancara (konselor, guru, wali kelas) dengan klien atau konseli(siswa, orang tua) dengan maksud untuk mendapatkan data atau fakta dari konseli.
B. Wawancara Konseling
Merupakan dialog antara konselor dengan konseli dengan maksud membantu konseli memecahkan masalah yang dihadapinya, yang biasanya berfokus pada perubahan sikap dan perilaku.
C. Wawancara disiplin
Merupakan suatu proses wawancara yang dilakukan guru, wali kelas, kepala sekolah, kadang-kadang juga konselor yang ditujukan untuk menegakkan disiplin. Wawancara disiplin biasanya diberikan oleh seorang unsur pimpinan atau administrator, tetapi dapat juga dilakukan oleh guru atau konselor dengan pendekatan tertentu.
D. Wawancara Penempatan
Wawancara yang diadakan dengan maksud membantu dalam penempatan, penempatan di kelas, dalam kelompok, jurusan, kegiatan ekstrakurikuler, latihan, pengerjaan tugas dan pekerjaan.
3. TEKNIK-TEKNIK WAWANCARA
• Menyiapkan daftar pertanyaan yang telah disusun sebelumnya
• Memulai wawancara dengan pertanyaan-pertanyaan yang ringan
• Mengajukan pertanyaan inti
• Mengajukan pertanyaan tambahan berdasarkan perkembangan wawancara
• Melakukan pencatatan dan pelaporan hasil wawancara
4. PRINSIP – PRINSIP DALAM WAWANCARA
Beberapa prinsip yang terdapat dalam wawancara antara lain :
- Keterbukaan
Adanya keterbukaan antara interviewer dan interviewee mengenai informasi yang diberikan
- Kejujuran
Adanya kejujuran antara interviewer dan interviewee
- Kerahasiaan
Informasi yang diberikan oleh interviewee hendaknya hanya diketahui oleh interviewer dan pihak-pihak yang bersangkutan
5. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEEFEKTIFAN DALAM WAWANCARA
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keefektifan dalam wawancara antara lain :
1. Fokus pada tujuan wawancara
2. Topik yang dibicarakan
3. Kemampuan berkomunikasi
4. Keadaan fisik dan psikis interviewee
5. Situasi dan kondisi saat wawancara
6. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DALAM WAWANCARA
A. Kelebihan Dalam Wawancara
- Informasi yang diperoleh lebih banyak dan mendetail
- Dapat menggali data dengan cermat
- Dapat mengetahui respon interviewee secara langsung
B. Kekurangan Dalam Wawancara
- Tidak efisien, karena membutuhkan waktu yang lebih lama
- Interviewee yang tertutup
- Informasi yang didapat tergantung pada hasil pencatatan
BAB III
PENUTUP
Wawancara merupakan suatu hubungan antar manusia dimana kedua pihak bersikap sama derajat selama pertemuan-pertemuan berlangsung. (Benny dan Hughes). Dan dalam wawancara terdapat bermacam-macam wawancara, antara lain wawancara pengumpulan data, wawancara konseling, wawancara disiplin, dan wawancara penempatan.
DAFTAR PUSTAKA
http://spotindo.com/search/pengertian+wawancara
Sukmadinata, Nana S.2007.BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PRAKTEK. Bandung:MAESTRO.
http://satrioarismunandar6.blogspot.com/2006/08/tujuan-spesifik-wawancara.html

Selasa, 10 April 2012

doa bertemu jodoh wanita

Bagi anda yang wanita yang masih belum bertemu jodoh, dan ingin mendapatkan jodoh yang baik, seorang lelaki yang beriman, dan berakhlak soleh, amalkan doa bertemu jodoh di bawah ini.
doa-bertemu-jodoh-untuk-wanita
Terjemahan Doa Bertemu Jodoh:
“Ya Allah, jadikanlah daku dikasihi pada hati-hati mereka yang beriman dan gembirakanlah daku dengan kekayaan sehingga memperolehi seratus dua puluh kebaikan. Allah adalah sebaik-baik pemelihara dan Dia amat mengasihi daripada segala-galanya.”
Mudah-mudahan doa yang dibaca ini akan dimakbulkan Allah s.w.t dan dipertemukan jodohnya untuk anda. Amin…

Minggu, 08 April 2012

KIAT HIDUP SUKSES DUNIA AKHIRAT

Minggu, 20 Maret 2011


Tuntutlah ilmu dan amalkanlah

Pasti jelas maksudnya ketika Allah SWT. menurunkan ayat pertama kepada Nabi Muhammad SAW dengan perkataan "bacalah", adalah gambaran bahwa kita disuruh membaca semua ayat-ayat Allah di dunia ini, agar kita mengerti dan mendapatkan ilmu dan tuntunan dalam menjalani hidup ini.
Tidak dapat dipungkiri, bahwa untuk menjalankan kehidupan ini kita perlu ilmu. Menjalankan syari'at agama ada ilmunya, menjalani kehidupan ini dengan kemakmuran ada ilmunya. Semua perlu ilmu. Ilmu adalah kunci segalanya. Membaca adalah salah satu jalan untuk mendapatkan ilmu. Dalam Al-Qur'an Allah berfirman :
"Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dengan segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah yang paling pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya" (QS. Al-Alaq :5).
"Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya" (QS. At-Taubah : 122).
Nabi Muhammad SAW. bersabda :
"  Carilah ilmu, sekalipun ke negeri China, karena sesungguhnya mencari ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam. Sesungguhnya malaikat meletakkan sayap-sayapnya bagi orang yang mencari ilmu karena ridha terhadap apa yang ia cari"  (HR. Ibnu Abdul Bar dari Anas).
Pada waktu yang lain Nabi Muhammad SAW. bersabda :
Manusia yang paling rugi pada hari kiamat adalah laki-laki yang mempunyai kesempatan mencari ilmu di dunia, tapi ia tidak mencarinya, dan laki-laki yang mengajarkan ilmu, kemudian orang orang yang mendengarkannya bisa mengambil manfaat darinya, bukan dia sendiri"  (HR. Ibnu Asakir dari Imam Anas).
"Ilmu adalah hidupnya Islam dan Pilarnya Iman. Barangsiapa mengajari ilmu, maka Allah menyempurnakan pahalanya, dan barangsiapa belajar dan mengamalkan (ilmunya) maka Allah mengajarkannya sesuatu yang tidak diketahuinya"  (HR. Abu Al-Syaikh). 
"Ilmu itu beberapa gudang, kuncinya bertanya, maka bertanyalah, Allah akan menyayangimu, karena sesungguhnya diberi pahala di dalamnya empat orang, orang yang bertanya, orang yang mengajar, orang yang mendengarkan dan orang yang mencintai mereka"  (HR. Abu Na'im dari Ali).

Sudah kita rasakan dan lihat betapa perkembangan ilmu pengetahuan telah membawa manusia ke keadaan sekarang ini dan telah merubah wajah dunia. Berbagai bidang kehidupan telah berkembang dengan pesat. Negara-negara maju makmur berkat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bumi menjadi kecil dan tanpa batas. Teknologi informasi membawa kita ke keadaan yang sebelumnya tak terbayangkan sama sekali. Berita dan informasi dari satu belahan bumi ke belahan bumi yang lain dalam sekejap bisa sampai. Penjelajahan ruang angkasa, pengorbitan satelit komunikasi, kemajuan bidang transportasi darat, laut dan udara, kemajuan bidang kesehatan, rekayasa genetika bidang pertanian dan tanaman pangan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, semua hal di atas berkat ilmu pengetahuan. Allah SWT. telah memberikan gambaran tantangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pengembangan penelitian dan eksperimen, dalam firmanNya :
"Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah. Kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan"  (QS. Ar-Rahman : 33).

Setelah kita menguasai ilmu, tentu saja harus diamalkan untuk kebaikan hidup umat manusia. Ilmu baru bisa bermanfaat ketika sudah diamalkan. Bila tidak diamalkan maka sia-sialah, takkan berguna bila hanya menjadi informasi belaka. Sesedikit apapun ilmu yang kita miliki, cobalah untuk mengamalkannya untuk kebaikan kita umat manusia. Sebab dimata Allah, makhluk yang tinggi dan mendapatkan kebaikan adalah yang memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Marilah kita berusaha mencari ilmu dan  amalkanlah untuk menggapai RidhoNya, sehingga kesuksesan  dunia akhirat dapat kita raih. Wallahualam bishawab***

Sabtu, 07 April 2012

Legenda Datu Magat Harung Tanjung Tabalong Kal Sel"

Datu dari Kabupaten Tabalong Tanjung,al kisah pada zaman dahulu kala didesa Harung tinggallah seorang Datu yang bernama Magat bersama keluarganya,beliau tinggal bersama istri dan adiknya,istri beliau sangat cantik rupawan bernama Diang Sasar sedangkan adik beliau bernama Diang wangi dan bergelar Diang Dadukun,Datu Magat ini terkenal karena kesaktiannya,kehidupan beliau sehari hari adalah bertani dan beliau sangat ahli dalam pertanian ini dan mempunyai perladangan yang sangat luas.
Pada suatu ketika datu magat mengalami suatu peristiwa yang sangat memalukan bagi keluarganya,betapa tidak adiknya si Diang Wangi hamil tanpa bersuami,Datu sangat gelisah dan marah atas kejadian ini,maka berkatalah ia dengan adiknya si Diang Wangi.
''Kejadian ini sangat memalukan keluarga kita,karena kehamilanmu tanpa suami,katakan !..siapa laki laki yang telah menghamilimu Diang ?..
"aku tidak dapat mengatakan siapa laki laki itu kakak,karena ia datang pada malam hari lalu meniduriku tanpa aku dapat melawan dan setelah selesai ia langsung pergi pada malam itu juga" sahut Diang Wangi.
"aduh...ini sangat memalukan !' kata Datu Magat,ia termenung sambil terus berpikir,akhirnya datu mendapat akal tak lama setelah itu Datu pergi mencari rumpun bamban sebanyak banyaknya,setelah terkumpul rumpun bamban itu beliau bikin menjadi tali yang sangat panjang dan siap digunakan untuk menjebak orang yang sudah menghamili adiknya.pada malam berikutnya datanglah laki laki yang sudah menghamili adiknya tersebut dan bermaksud untuk meniduri diang wangi kembali,orang tersebut tidak memakai pakaian kecuali cawat yang terbuat dari kulit kayu,setelah selesai orang tersebut bergegas meninggalkan kamar Diang wangi tanpa menyadari bahwa dalam kegelapan Diang Wangi telah mengikatkan tali tersebut ke cawat laki laki yang terbuat dari kulit kayu tersebut.
besok harinya Datu magat memeriksa tali yang digunakannya untuk menjebak orang yang sudah menghamili adiknya itu dan terlihat bahwa gulungan tali tersebut sudah hampir habis,segera Datu magat mengikuti tali tersebut,setelah keluar rumah tali tersebut menuju pohon yang sangat besar dan berlubang terus masuk kedalam lubang sampai kedalam balambika atau busut jantan cara berjalannya pun berbelok belok sampai akhirnya datu bertemu dengan laki laki tersebut yang sedang tertidur dibawah pohon belimbing.
"kalau kubunuh ia waktu tidur,aku pengecut,bukan laki laki,lebih baik kubangunkan dia,lebih baik sama sama siaga sama sama membuka dada" ujar Datu magat dalam hati,lalu Datu membangunkan orang itu tapi tidak juga mau bangun,akhirnya Datu Magat mendapatkan akal,diikatkannya bulu kaki Datu dan bulu kaki orang itu,setelah dirasa cukup kuat Datu lalu menyentakkan kakinya kuat kuat,karena sentakan itu laki laki itu akhirnya terbangun,begitu dilihat ada Datu Magat dihadapannya ia langsung bersimpuh dan memanggil "oh..kakak."ujarnya,"kamu jangan mudah memanggilku kakak,kamu sudah mencoreng arang dimukaku,membuatku malu,mengapa engkau melakukan perbuatan keji itu sehingga adikku hamil padahal ia belum menjadi istrimu ?"kata Datu Magat dengan marahnya.
"aku wahai kakak ku banyak banyak minta ampun,aku menyesal,seandainya sekarang kakak mau membunuhku aku tidak akan melawan "jawab laki laki itu.
melihat hal yang demikian Datu Magat akhirnya tak sampai hati membunuh laki laki itu karena ia sudah terus terang mengakui kesalahannya dan bersedia untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,"ulun (saya bahasa banjar) berjanji akan membantu dan membalas budi kakak apabila dikemudian hari kakak memerlukan pertolongan ulun,maka panggillah nama ulun" katanya.setelah kejadian itu maka dikawinkanlah Diang Wangi dan laki laki itu,selanjutnya suasana tenang dan damai meliputi keluarga Datu Magat.
Putus cerita Datu Magat tersebutlah cerita sebuah kerajaan yang terletak dikampung Paramain sekarang,nama rajanya adalah Lambu Garang dan istrinya bernama Singkap Siang,Raja Lambu Garang ini sangat terkenal karena ka zhalimannya dan sangat kejam,segala hasil pertanian harus dibagi dua walaupun tanah garapannya milik petani itu sendiri.
pada suatu hari Raja Lambu Garang berburu bersama para pengawalnya,sampai dihutan ia berputar utar mencari binatang buruan,namun saking asiknya tanpa ia sadari ia tersesat sampai kekebun Datu Magat,didalam kebun Datu Magat ini tumbuh bermacam macam pohon buah buahan,ada pohon durian,cempedak,rambutan,langsat(duku)dan buah buahan lain (disebut kebun buah Harung),dan dikebun inilah dia bertemu dengan istri Datu Magat yang berparas cantik tiada bandingnya,alhasil akhirnya Raja Lambu garang langsung jatuh hati,meski ia sudah mempunyai lebih dari 40 orang istri dan banyak lagi gundik,namun Lambu Garang tidak berani mengambil secara terang terangan,akhirnya dicarinya akal ,singkat kisah diangkatlah Datu Magat sebagai Patih Kerajaan,setelah sekian lama Datu Magat diangkat menjadi patih,maka makin dekatlah hubungan keduanya dan raja sudah berkenalan dengan keluarga Datu,karena kedekatan mereka maka raja beranggapan sudah saatnya untuk mengambil isteri Datu magat yang bernama Diang Sasar,oleh karena itu raja memerintahkan diadakan keramaian.seluruh rakyat diundang,segala macam permainan diadakan ,pestanya berlangsung meriah sekali,ditengah keramaian itulah raja mengatur siasat untuk menjauhkan Datu Magat dari isterinya si Diang Sasa,raja kemudian mengatakan dengan Datu bahwa ia sangat menginginkan meminum madu dan mengajak datu untuk mencari madu lebah dihutan.setibanya dihutan akhirnya mereka menemukan sarang lebah diatas pohon kusi yang sangat besar,orang tidak akan dapat menaiki kecuali dengan lantak (sejenis tangga)karena besar dan tingginya pohon tersebut.dengan cekatan Datu Magat menaiki pohon kusi dengan menggunakan lantak untuk mengumpulkan sarang lebah tersebut,namun ketika Datu Magat berada diatas pohon itu saat itu lah raja menjalankan muslihatnya dengan memotong lantak tersebut padahal hanya dengan lantak itulah Datu Magat bisa naik dan menuruni pohon itu,dengan memotong lantak itu raja berharap Datu Magat tidak akan dapat turun dan mati kelaparan diatas pohon itu,sekian lama Datu Magat termenung diatas pohon kusi,tiba tiba Datu teringat pesan adik iparnya kalau dalam kesulitan untuk memanggil dirinya,dalam sekali panggil datanglah iparnya itu dan membantu Datu Magat menuruni pohon besar dan tinggi tersebut.
"ini penghianatan raja kepada kakanda dan raja menghendaki kematian kakanda "ujar iparnya tersebut,kemudian mereka berdua berjalan memasuki sebuah hutan yang bernama hutan Balabar,didalam hutan ini iparnya meminta Datu Magat untuk mengambil buah limpasu sebanyak 3 biji dan menyuruhnya menyimpan didalam kantong celananya,iparnya berpesan apabila sudah tiba ditempat keramaian agar melempar buah limpasu itu dan apabila terdengar bunyi ledakan agarsegera menjauhi tempat itu karena tempat itu telah dihancurkan,ketika tiba ditempat keramaian itu datu Magat segera melemparkan buah limpasu tersebut,lemparan pertama dan kedua tidak menimbulkan ledakan,baru pada lemparan ketiga terdengarlah ledakan yang sanagat dan mengoncang bumi,Datu Magat segera pergi dari tempat itu karena kerajaan beserta seluruh penghuni termasuk isteri Datu Magat si Diang Sasar telah tewas,stelah kejadian itu Datu Magat berpisah dengan adik iparnya.

Sejak saat itu Datu Magat tinggal bersama adiknya yang tengah mengandung,satu ketika Datu Magat megutarakan keinginannya untuk menikah lagi,setelah disetujui oleh adiknya akhirnya Datu Magat menikah dengan Puteri Raja Kait yang kecatikannya melebihi Diang Sasar,sebelum pergi adik iparnya berpesan apabila istrinya nanti melahirkan supaya diberi nama Arya Tadung Wani,setelah tiba saatnya melahirkan ternyata adik Datu Magat melahirkan seorang anak laki laki dan dilehernya terdapat sisik seperti sisik ular,maka sesuai pesan adik iparnya anak itu diberi nama Arya Tadung Wani (dari Arya Tadung Wani inilah cikal bakal orang Kandangan Hulu Sungai Selatan).

Diakhir hidupnya Datu Magat berpesan kalau beliau meninggal agar dikebumikan di dalam kebun beliau yaitu didalam kebun beliau di kampung Harung,dan sampai sekarang masih terdapat makam Datu Magat dikampung Harung Kabupaten Tabalong Tanjung dan beliau kerap juga disebut orang Datu Harung,wallahu a'lam.
cukup sekian kisah dari alfaqir salah khilaf kalau ada kekurangan mohon di maafkan akhirul qalam assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Jumat, 02 Maret 2012


Gurindam Dua Belas


Gurindam adalah salah satu bentuk syair (bentuk puisi dalam sastra Melayu Lama). Terdiri dari dua larik (baris), mempunyai irama akhir yang sama dan merupakan satu kesatuan yang utuh. Baris pertama berisi semacam soal atau perjanjian, dan baris kedua adalah jawaban soal atau akibat dari perjanjian tersebut.
Definisi Raja Ali Haji sendiri mengenai gurindam: “…perkataan yang bersajak akhir pasangannya, tetapi sempurna perkataannya dengan satu pasangannya saja. Jadilah seperti sajak yang pertama itu syarat dan sajak yang kedua itu jadi seperti jawab.”
Kata gurindam berasal dari bahasa Tamil, yang artinya perhiasan atau bunga. Pendapat lain mengatakan gurindam berasal dari bahasa Sansekerta. Gurindam berisi nasehat dan filsafat hidup, sehingga sifat dan fungsinya lebih formal dan menjadi kurang populer di masyarakat. Maka menjadi agak sulit mencari contoh gurindam-gurindam lama. Satu-satunya yang sering dirujuk adalah Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Disebut gurindam dua belas karena terdiri dari dua belas pasal.
Gurindam Dua Belas ditulis oleh Raja Ali Haji di Pulau Penyengat, Riau, pada tarikh 23 Rajab 1263 Hijriyah atau 1847 Masehi, pada usia 38 tahun. Terdiri dari 12 Fasal dan dikategorikan sebagai “Syi’r Al-Irsyadi” atau puisi didaktik, karena berisi nasehat dan petunjuk menuju hidup yang diridhai Allah. Selain terdapat pula pelajaran dasar ilmu Tasawuf tentang mengenal ‘yang empat’: syari’at, tarikat, hakikat, ma’rifat. Diterbitkan pada tahun 1854 dalam Tijdschrft van het Bataviaasch Genootschap No. II, Batavia, dengan huruf Arab dan terjemahannya dalam bahasa Belanda oleh Elisa Netscher.
Sejak pertama kali membacanya, langsung jatuh cinta. Ada cinta, kasih, dan ketulusan serta keagungan dalam bait-bait sederhananya. Here it is… I love it…
Fasal 1
Barang siapa tiada memegang agama,
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat,
maka yaitulah orang yang makrifat.
Barang siapa mengenal Allah,
suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
Barang siapa mengenal diri,
maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri.
Barang siapa mengenal dunia,
tahulah ia barang yang terperdaya.
Barang siapa mengenal akhirat,
tahulah ia dunia mudarat .
Fasal 2
Barang siapa mengenal yang tersebut,
tahulah ia makna takut.
Barang siapa meninggalkan sembahyang,
seperti rumah tiada bertiang.
Barang siapa meninggalkan puasa,
tidaklah mendapat dua termasa.
Barang siapa meninggalkan zakat,
tiadalah hartanya beroleh berkat.
Barang siapa meninggalkan haji,
tiadalah ia menyempurnakan janji.
Fasal 3

Apabila terpelihara mata,
sedikitlah cita-cita.
Apabila terpelihara kuping,
khabar yang jahat tiadalah damping.
Apabila terpelihara lidah,
niscaya dapat daripadanya faedah.
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
daripada segala berat dan ringan.
Apabila perut terlalu penuh,
keluariah fi’il yang tiada senonoh.
Anggota tengah hendaklah ingat,
di situlah banyak orang yang hilang semangat.
Hendaklah peliharakan kaki,
daripada berjalan yang membawa rugi.
Fasal 4
Hati kerajaan di dalam tubuh,
jikalau zalim segala anggota pun rubuh.
Apabila dengki sudah bertanah,
datanglah daripadanya beberapa anak panah.
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
di situlah banyak orang yang tergelincir.
Pekerjaan marah jangan dibela,
nanti hilang akal di kepala.
Jika sedikitpun berbuat bohong,
boleh diumpamakan mulutnya itu pekong[1].
Tanda orang yang amat celaka,
aib dirinya tiada ia sangka.
Bakhil jangan diberi singgah,
itulah perompak yang amat gagah.
Barang siapa yang sudah besar,
janganlah kelakuannya membuat kasar.
Barang siapa perkataan kotor,
mulutnya itu umpama ketor[2].
Di manatah tahu salah diri,
jika tiada orang lain yang berperi.
Pekerjaan takbur jangan direpih[3],
Sebelum mati didapat juga sepih[4].
Fasal 5
Jika hendak mengenal orang berbangsa,
lihat kepada budi dan bahasa.
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
sangat memeliharakan yang sia-sia.
Jika hendak mengenal orang mulia,
lihatlah kepada kelakuan dia.
Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
bertanya dan belajar tiadalah jemu.
Jika hendak mengenal orang yang berakal,
di dalam dunia mengambil bekal.
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.
Fasal 6
Cahari olehmu akan sahabat,
yang boleh dijadikan obat.
Cahari olehmu akan guru,
yang boleh tahukan tiap seteru.
Cahari olehmu akan isteri,
yang boleh menyerahkan diri.
Cahari olehmu akan kawan,
pilih segala orang yang setiawan.
Cahari olehmu akan abdi,
yang ada baik sedikit budi.
Fasal 7
Apabila banyak berkata-kata,
di situlah jalan masuk dusta.
Apabila banyak berlebih-lebihan suka,
itulah tanda hampirkan duka.
Apabila kita kurang siasat,
itulah tanda pekerjaan hendak sesat.
Apabila anak tidak dilatih,
jika besar bapanya letih.
Apabila banyak mencacat orang,
itulah tanda dirinya kurang.
Apabila orang yang banyak tidur,
sia-sia sahajalah umur.
Apabila mendengar akan khabar,
menerimanya itu hendaklah sabar.
Apabila menengar akan aduan,
membicarakannya itu hendaklah cemburuan.
Apabila perkataan yang lemah lembut,
lekaslah segala orang mengikut.
Apabila perkataan yang amat kasar,
lekaslah orang sekalian gusar.
Apabila pekerjaan yang amat benar,
tiada boleh orang berbuat honar.
Fasal 8
Barang siapa khianat akan dirinya,
apalagi kepada lainnya.
Kepada dirinya ia aniaya,
orang itu jangan engkau percaya.
Lidah suka membenarkan dirinya,
daripada yang lain dapat kesalahannya.
Daripada memuji diri hendaklah sabar,
biar daripada orang datangnya khabar.
Orang yang suka menampakkan jasa,
setengah daripada syirik mengaku kuasa.
Kejahatan diri sembunyikan,
kebajikan diri diamkan.
Keaiban orang jangan dibuka,
keaiban diri hendaklah sangka.
Fasal 9
Tahu pekerjaan tak baik tapi dikerjakan,
bukannya manusia ia itulah syaitan.
Keiahatan seorang perempuan tua,
itulah iblis punya penggawa.
Kepada segala hamba-hamba raja,
di situlah syaitan tempatnya manja.
Kebanyakan orang yang muda-muda,
di situlah syaitan tempat bergoda.
Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,
di situlah syaitan punya jamuan.
Adapun orang tua yang hemat,
syaitan tak suka membuat sahabat.
Jika orang muda kuat berguru,
dengan syaitan jadi berseteru.
Fasal 10
Dengan bapa jangan durhaka,
supaya Allah tidak murka.
Dengan ibu hendaklah hormat,
supaya badan dapat selamat.
Dengan anak janganlah lalai,
supaya boleh naik ke tengah balai.
Dengan isteri dan gundik janganlah alpa,
supaya kemaluan jangan menerpa.
Dengan kawan hendaklah adil
supaya tangannya jadi kapil[5].
Fasal 11
Hendaklah berjasa,
kepada yang sebangsa.
Hendaklah jadi kepala,
buang perangai yang cela.
Hendak memegang amanat,
buanglah khianat.
Hendak marah,
dahulukan hujjah.
Hendak dimalui,
jangan memalui.
Hendak ramai,
murahkan perangai.
Fasal 12
Raja muafakat dengan menteri,
seperti kebun berpagar duri.
Betul hati kepada raja,
tanda jadi sebarang kerja.
Hukum adil atas rakyat,
tanda raja beroleh inayat[6].
Kasihkan orang yang berilmu,
tanda rahmat atas dirimu.
Hormat akan orang yang pandai,
tanda mengenal kasa dan cindai.
lngatkan dirinya mati,
itulah asal berbuat bakti.
Akhirat itu terlalu nyata,
kepada hati yang tidak buta

Selasa, 28 Februari 2012

Ada Plesetan iklan oreo baru nih, cuma buat bcandaan aja. pengen tau ceritanya ? Simak Plesetan iklan oreo dibawah ini :

Cilla: Afika..
Afika: Iyaa..
Cilla: Ada yg baru neh..
Afika: Apaaah?
Cilla: Pake ini dulu yaa?

Kemudian Cilla makein jaket pada Afika, lalu
ngeluarin kue lemper.

Cilla: Ini lemper buatan mamaku, rasa orens..
Afika: Haa jeeruk?
Cilla: Kita berdo’a dulu ya?
Afika: Do’a apa?
Cilla: Do’a sebelum makanlah. Kan baru do’a sebelum makan aja yg diajarin Bu Ustadz
Afika: yaa..

Lalu Afika & Cilla, dua sahabat yg sama2 berumur lima tahun ini membaca doa, kemudian makan lemper dgn hati gembira.

Cilla: Ini kan malam jum’at, sekarang kita ke rumah bu
Ustadz yuk, minta ajarin doa2 yg lainnya, masa cuma
do’a sebelum makan aja..
Afika: Ayuukk…

Karena itu malam jumat, malam dimana setan pocong suka keluyuran mengadakan jumpa fans. Di jalan yg sepi, Afika & Cilla dicegat seekor pocong berwajah rusak menakutkan, dekil, kotor, serta badannya bau banget..

Pocong: Hihihihi anak2 manis, kalian mirip bintang iklan
oreo deh. Mau kemana nih? Om pocong boleh ikut ga? Hihihihi… *tawa serem*

Jelas aja Afika & Cilla ketakutan luar biasa, sampai ga sanggup bergerak.

Afika: Aku takuuttt…
Cilla: *berbisik* Kata bu Ustad, setan tuh takut sama do’a, kita berdo’a yuk..

Berhubung doa yg mereka hapal cuma do’a sebelum
makan, merekapun berdoa sebisanya:

Afika+Cilla: BISMILLAHIROHMANIRROHIM…ALLOHUMA
BARIKLANAA FIMA ROZAKTANAA WAQINAA ADZABBANNARR..
AAMIIN…

Begitu dengar do’a itu, Pocong spontan lompat2 lari ngebut sekenceng2nya: “SIAAALL…!!! Seumur2 gue jadi pocong baru kali ini gue mau dimakan sama anak kecil. Dasar anak2 jaman sekarang, ga bisa bedain pocong
sama lemperr…!!

Senin, 27 Februari 2012

Kesetiaan memunculkan nilai-nilai mulia dari kesejatian dirimu, di atas semua kekurangan dan kelemahanmu.

Hal tersulit dalam kehidupan ini bukanlah untuk melampaui orang lain, tetapi melampaui ego dan diri kita sendiri.

Jika Anda menginginkan sesuatu yang belum anda miliki, maka Anda akan harus melakukan sesuatu yang belum pernah anda lakukan.

Jika engkau ingin memperbaiki kehidupan kamu, engkau harus memperbaiki yang kau lakukan.

Yang kau lakukan menentukan yang kau hasilkan, dan yang kemudian menentukan nilai dan harga mu bagi orang lain.

Dari kegagalan kita dapat membaca apa yang salah dari diri kita. Berusaha dan berdoa hanya itulah kuncinya.

Pria ingin menjadi cinta pertama seorang wanita. Wanita ingin menjadi cinta terakhir seorang pria.

Belajarlah mengucap syukur dari hal-hal baik di hidupmu. Belajarlah menjadi kuat dari hal-hal buruk di hidupmu.

Saat seorang wanita bersikap seakan ia tidak peduli lagi padamu, saat itulah ia paling membutuhkan dirimu.

Bermimpi adalah langkah awal mencapai keberhasilan. Tapi mimpi itu tetap semu, jika tindakan tidak nyata.

Apa yang anda lakukan hari ini, merupakan kunci kebaikan atau pun juga kehancuran hari esok anda. Lakukanlah yang terbaik untuk hari ini.

Jika kamu tidak suka apa yang ada di sekeliling kamu, ubahlah, setidaknya ubahlah dirimu sendiri. Ingat, kamu bukan sebatang pohon.

Jangan pernah berhenti berharap, karena kebahagiaan adalah milik mereka yang berharap, meskipun mereka pernah kecewa sebelumnya.

Jika yang kamu cari belum kamu dapati, periksa kembali apa yang kamu cari. Karena apa yang kamu lihat tergantung dari apa yang kamu cari.


Tak ada yang mampu mengubah masa lalu, tapi anda dapat merusak masa depan dengan menangisi masa lalu dan merisaukan masa depan.

Orang yang gagal selalu mencari jalan untuk menghindari kesulitan, sementara orang yang sukses selalu menerjang kesulitan untuk menggapai kesuksesan.

Berhenti bertanya bagaimana cara mendapatkan apa yang kamu inginkan, karena jawaban yang kamu temukan hanyalah BERUSAHA.

Cinta yang kamu terima, sebanding dengan cinta yang kamu berikan. Cintai lebih jika ingin dicintai lebih.

Persahabatan bukan hanya tentang bagaimana kamu berkata kamu peduli, tapi juga tentang bagaimana kamu menunjukkan kamu peduli.

Mengertilah terhadap keadaan setiap orang sebelum kamu ingin dimengerti oleh orang lain.

Lakukan segala sesuatu dengan Ikhlas dan teliti, sebelum kau menyesal karena segalanya tak dapat diubah lagi.

Gunakan syukur ketika kamu dicintai, dan gunakan sabar ketika kamu dibenci. Jangan ada sesal, jangan ada sebal.

Keberanian diperlukan untuk berdiri dan berbicara. Keberanian juga diperlukan untuk duduk dan mendengarkan.

Senyum adalah cara untuk menyelesaikan banyak masalah, dan diam adalah cara untuk menghindari banyak masalah.

Teman sejati adalah mereka yang selalu ada di sisi kamu bukan hanya pada saat kau berjaya, namun juga pada saat kau tak berdaya.

Masalah selalu ada, tapi seberapa besarnya masalah itu tergantung dari cara kamu melihatnya.

Wanita menangis bukan karena mereka lemah, namun karena telah lelah berpura-pura tersenyum meski hatinya terluka.


Setiap masalah yang datang menyapa bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk menguji seberapa mampu kamu bertahan.

Hidup akan lebih mudah jika kamu memutuskan untuk menikmati apa yang kamu miliki daripada menyesali apa yang telah terjadi.


Jika kamu telah mencoba untuk mengubah sesuatu tapi tetap tak berhasil, cobalah mengubah pandangan kamu.


Tuhan hanya memberikan yang terbaik, meski kadang tak sesuai keinginan. Tapi percayalah, Tuhan punya rencana yang jauh lebih indah.

Apapun yang kamu inginkan bisa kamu dapatkan, jika kamu dengan ikhlas bersedia membantu orang lain mendapat apa yang mereka inginkan.

Kadang kamu harus korbankan cinta untuk selamatkan persahabatan, tapi kadang kamu harus korbankan keduanya untuk selamatkan dirimu sendiri.

Ketika kamu tulus mencinta, tak akan pernah ada kata menyerah. Meski pikiran ingin berputus asa, namun hati tetap ingin mencoba.

Diam bukan berarti Lemah. Kadang kita tahu apa yang harus dikatakan, tapi kita tak ingin melukai perasaan seseorang.


Terkadang kita diberikan rasa kesepian yang mendalam, agar kita lebih menghargai indahnya kebersamaan.

Seseorang takkan pernah memahami arti keberhasilan yang sempurna tanpa mengalami kegagalan sebelumnya.

Cinta tak pernah memandang harta atau pun jabatan, jika kita mendasari nya dengan ketulusan dan keikhlasan.

Dekatkan dirimu dengan Tuhan. Semakin dekat hidupmu dengan Tuhan, semakin terasa ringan beban hidupmu.

Seseorang akan mengerti apa arti DICINTAI setelah ia merasakan betapa perih nya DISAKITI.

Cinta itu bukan suatu hal yang bisa dijabarkan oleh kata-kata, tapi hanya bisa dijabarkan oleh hati.

Berani lah untuk bermimpi, dan beranikan dirimu untuk mewujudkan semua impian kamu. Karena impian tidak akan tercapai tanpa keberanian.

Banyak orang tidak bisa menghargai orang lain hanya karena mereka tidak bisa menghargai dirinya sendiri.

Kenyataan tak selalu sesuai dengan harapan, untuk itu bersiaplah dengan apa pun kenyataan yang akan dan mungkin terjadi di hidupmu.

Percaya diri sendiri, meski mungkin saat ini kamu sedang bersedih. Karena penyemangat terbesar dalam hidupmu adalah dirimu sendiri.

Kesalahan dan kegagalan dapat terjadi pada siapa pun. Jangan habiskan waktumu hanya untuk menyesalinya, tapi belajarlah darinya.

Lebih baik kamu mengubah hidupmu, sebelum hidupmu mengubah kamu.

Sahabat sejati adalah mereka yang mengerti masa lalu kamu, percaya dengan masa depanmu, dan mereka yang menerima kamu apa adanya.

Jika cinta yang terucap berasal dari hati yang tulus, maka kamu akan memenangkan hati seseorang yang juga tulus mencintaimu.

Dalam hidup, kamu tak hanya harus temukan dia yang mampu menyenangkan hatimu, tapi jg dia yang tak biarkan hatimu terluka.

Pribadi yang baik bukan hanya pribadi yang berlaku baik, tetapi juga yang menghindari keadaan untuk diperlakukan dengan tidak baik.

Ketulusan cinta dan kasih sayang tidak dapat dilihat atau didengar, tetapi hanya bisa dirasakan dengan hati.

Salah satu hal terpenting dalam hidup adalah belajar bagaimana cara memberikan cinta yang tulus kepada orang lain.

Jangan pernah memandang rendah dirimu sendiri. Bagi Dunia kamu mungkin hanya seseorang, tapi bagi seseorang kamu mungkin dunianya.